Jumat, 01 Februari 2019

EKONOMI TEKNIK #

PROPOSAL INSTALASI LISTRIK RUMAH TINGGAL SEDERHANA



FARID NUR CHOLIS
12416661
3IB04




FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019



KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun proposal ini tepat pada waktunya. Proposal  ini membahas tentang Perancangan Instalasi Rumah Tinggal Sederhana. 
    Proposal ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ekonomi Teknik . Dalam proposal ini membahas tentang Perancangan Instalasi Rumah Tinggal Sederhana. Kekurangan dalam makalah ini  saya sadari bahwa  dalam penyusunan kata atau kalimat dan tata letak dalam proposal ini tentunya banyak sekali dan kekhilafan, baik kata atau kalimat dan tata letak, 
Dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang konstruktif sangat saya harapkan dari para pembaca guna peningkatan pembuatan proposal pada tugas yang lain dan pada waktu mendatang.




                                                                                                Penyusun



DAFTAR ISI


Kata Pengantar  .................................................................. i

Daftar Isi ............................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................. 1

1.1  Latar Belakang ........................................................... 1

1.2  Rumusan Masalah ....................................................... 2

1.3  Batasan Masalah ......................................................... 2

1.5  Tujuan .......................................................................... 2

BAB II LANDASAN TEORI ............................................ 3

2.1  Syarat Pemasangan Instalasi ...................................... 3

2.2  Identifikasi Hantaran dengan Warna ....................... 3

2.3  Pembagian Beban ....................................................... 4

BAB III LANGKA KERJA .............................................. 5

3.1  Langka Kerja Pemasangan ......................................... 5

3.2 Alat dan Bahan ............................................................. 8

BAB IV Penutup ................................................................. 9

4.1  Kesimpulan ................................................................... 9


DAFTAR PUSTAKA ....................................................... 10



BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang

         Instalasi yang diatur dalam PUIL 2000 adalah semua instalasi tenaga listrik dalam bangunan dan sekitar sampai dengan tegangan menengah arus bolak-balik 35 kV dan tegangan 1500 V arus searah, baik mengenai perancangan, pemasangan, pemeriksaan dan pegujian, pelayanan, pemeliharaan, maupun pengawasannya, kecuali untuk keadaan khusus yang diatur dalam peraturan lain.
          Rancangan instalasi listrik adalah berkas gambar rancangan dan uraian teknis yang digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan pemasangan suatu instalasi listrik. Dalam proposal ini penulis akan merencanakan instalasi pada rumah bertingkat. Rancangan yang dibuat harus jelas dan mudah dipahami, sehingga tidak menemukan kesulitan dalam pemasangan.
        
         Pada saat ini penerangan sangat dibutuhkan baik itu di kota-kota besar maupun di pedesaan yang sampai pada saat ini masih tidak terjamah akan energi listrik ini.Pada lokasi pedesaan yang tidak terjamah oleh energi listrik, sangat dibutuhkan energi listrik sebagai penerangan. Pada umumnya instalasi penerangan di pedesaan tersebut hanya menggunkan cara instalasi penerangan rumah tangga yang sederhana saja. Yaitu instalasi rumah sederhana yang tidak bertingkat, hal ini disebabkan karena lokasi pemukiman yang masih mungkin untuk dikembangkan kesamping.Pada insatalasi seperti ini menggunakan sekring 1 Fasa dengan 2 group.

   Lain halnya dengan instalasi perumahan di kota-kota besar yang sangat sulit untuk mengembangkan bangunan ke samping. Maka orang akan melakukan pengembangan ke atas. Dengan hal ini maka instalasi yang digunakan adalah instalasi rumah bertingkat.Instalasi rumah sederhana pada saat ini merupakan sesuatu yang cukup vital bagi masyarakat. Tanpa adanya listrik maka secara tidak langsung suatu kegiatan manusia akan terganggu.

     Untuk pemasangan instalasi listrik penerangan dan tenaga untuk rumah terlebih dahulu harus melihat gambar-gambar rencana instalasi yang sudah dibuat oleh perencana berdasarkan denah rumah/bangunan dimana instalasinya akan dipasang. Selain itu juga spesifikasi dan syarat-syarat pekerjaan yang diterima dari pemilik bangunan/rumah, dan syarat tersebut tidak terlepas dari peraturan yang harus dipenuhi dari yang berwajib yang mengeluarkan peraturan yaitu PLN setempat.


1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara instalasi rumah sederhana yang sesuai dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000) ?
  2. Bagaimana cara instalasi rumah sederhana tersebut?


1.3 Batasan Masalah

    Peraturan instalasi rumah sederhana  terdapat dalam PUIL 2000. Pada kegiatan kali ini hanya terbatas pada perancangan instalasi rumah sederhana. Yaitu rumah sederhana tidak bertingkat.

1.4 Tujuan

Tujuan penulisan proposal ini adalah:

  1. Sebagai pemenuhan tugas pada mata kuliah ekonomi teknik
  2. Dapat membuat rancangan instalasi pada rumah tidak bertingkat
  3. Mahasiswa dapat memasang instalasi listrik dan perangkat – perangkat penunjang lainnya.
  4. Mahasiswa dapat memasang instalasi sesuai dengan ketentuan PUIL dan mengutamakan keselamatan kerja




BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Syarat-syarat  Pemasangan  Instalasi Rumah

      Untuk pemasangan instalasi listrik penerangan dan tenaga untuk rumah terlebih dahulu harus melihat gambar-gambar rencana instalasi yang sudah di buat oleh perencana berdasarkan denah rumah atau bangunan dimana instalasinya akan di pasang.Selain itu juga spesifikasi dan syarat-syarat pekerjaan yang di terima dari pemilik bangunan atau rumah, dan syarat tersebut tidak terlepas dari peraturan yang harus di penuhi dari yang berwajib yang mengeluarkan peraturan yaitu PLN setempat.

       Syarat-syarat pekerjaan instalasi rumah :
  1. Gambar situasi untuk menyatakan letak bangunan, dimana instalasinya akan di pasang serta rencana penyambungannya dengan jaringan PLN. Gambar instalasi, yaitu rencana penempatan semua peralatan listrik yang akan di pasang dan sarana pelayanannya, misalnya : titil lampu, saklar, dan kotak kontak, Panel Hubung Bagi, data teknis yang penting dari setiap peralatan listrik yang akan di pasang
  2. Rekapitulasi atau perhitungan jumlah dari komponen yang akan di perlukan antara lain:

  • Rekapitulasi material
  • Rekapitulasi daya

    Oleh karena itu dengan mengacu pada ketentuan-ketentuan diatas semuan pekerjaan listrik termasuk pemasangan instalasi penerangan dan instalasi tenaga pada suatu bangunan atau rumah akan bekerja dengan baik. Hal ini juga sangat berguna bagi kami sebagai mahasiswa tentunya agar nantinya bisa menjadi seorang perencana yang terampil.

2.2. Identifikasi hantaran dengan warna

       Menurut Ir.E.Setiawan dalam bukunya yang berjudul “ Instalasi ListrikArus Kuat ” (1981:72)  mengenai penggunaan warna untuk identifikasi hantaran berlaku ketentuan-ketentuan dibawah ini(pasal 720).
  1. Untuk hantaran pentanahan hanya boleh digunakan warna majemuk hijau-kuning. Wrana ini tidak boleh digunakan untuk tujujan lain.
  2. Pada instalasi dengan hantaran netral atau kawat tengah,harus digunakan  warna biru .hanya pada instslasi hantaran netral atau kawat tengah, warna biru boleh digunakan untuk maksud lain, kecuali untuk  menandai hantaran pentanahan.
  3. Pada instalasi fasa-tiga warna-warna yang harus digunakan untuk fasa-fasa nya ialah:
  • Fasa 1(fasa R) : merah
  • Fasa 2(fasa S) : kuning
  • Fasa 3(fasa T) :hitam

     Ketentuan-ketentuan diatas berlaku untuk semua instalasi pasangan tetap maupun sementara, termasuk dalam perlengkapan hubung bagi.

        Untuk pengawatan didalam peralatan listrik dianjurkan hanya diigunakan satu warna khususnya hitam, kecuali untuk hantaran pentanahan dan netral. Bila dipandang  perlu , penggunaan warna dan warna majemuk lain didalam peralatan llistrik tiidak dilarang.
 
   Kabel berselubung berurat tunggal boleh digunakan untuk hantaran fasa, netral maupun pentanahan, asalkan isolasi yang telihat diujung kabel dibalut dengan pita berwarna yang sesuai dengan warna-warna tersebut diatas (ayat 720 f1).

2.3. Pembagian Beban

       Menurut ir.E.Setiawan : “ Untuk installasi yang dihubungkan dengan tiga fasa, bebannya harus dibagi serata mungkin atas masing-masing fasa”

     Instalasi di ruangan yang memerlukan aliran listrik dengan gangguan sekecil mungkin harus dihubungkan denan lebih dari satu ranngkaian akhir dan sedapat mungkin dedngan fasa yang berbeda. Ini terutama penting untuk gedung-gedung, dimana padamnya penerangan secara tiba-tiba dapat menimbulkan panik, misalnya di gedung-gedung pertunjukian, toko-toko pasar dan sebagainya. Di  gedung-gedung demikian, penerangan ruangan dengan lebih dari enam titik lampu, penerangan di gang, tangga dan tempat keluar, harus dibagi atas sekurang-kurangnya dua rangkaian dan sedapat mungkin dibagi atas beberapa fasa. (ayat 84.1 A5).



BAB III
LANGKAH KERJA

3.1. Langkah Kerja Pemasangan

Adapun cara ataupun langkah kerja yang biasanya di lakukan dalam penginstalasian rumah sederhana yaitu :
  1. Melakukan survei ketempat pemasangan instalasi rumah
  2. Melakukan inventarisasi
  3. Membuat gambar single line, wearing diagram dan pemipaan agar lebih mudah pada perhitungan kabel dan bahan yang digunakan
  4. Buat diagram pemipaan  untuk membantu menghitung penggunaan pipa, elbow, T-DOS,DLL
  5. Lakukan pemasangan alat dan bahan sesuai dengan peraturan umum instalasi listrik 2000
  6. Lakukan pemasangan kabel sesuai dengan pipa yang telah terlebih dahulu di pasang
  7. Memberi label-label pada kabel tersebut, yang mana kabel phasa masuk, phasa keluar, phasa ke lampu 1, dan phasa ke lampu 2. Agar pada saat pemuntiran tidak terjadi kesalahan
  8. Menguji instalasi (kabel) yang di gunakan dengan menggunakan alat ukur multimeter atau dengan alat ukur Meiger (alat pengukur tahanan dengan satuan mega)
  9. Melakukan pemasangan bahan pada titik-titik yang sudah di tentukan (fitting, saklar tunggal, saklar seri, dan stop kontak
  10. Memeriksa pada setiap stop kontak apakah arus listrik sudah mengalir dengan testpen, jika ada stop kontak yang tidak hidup periksa sambungan pada kotak kontak serta dalam kotak sambung
  11. Memeriksa pemberian group apakah sudah sesuai dengan gambar perencanaan instalasi
  12. Menunggu antrian dari PLN untuk di uji dan memasukkan sumber arus keproyek rumah itu


Berikut ini adalah gambar ranangan rumah yang akan dipasang instalasi dan perangkat lainnya :




Berikut ini adalah gambar rancangan rumah yang telah dipasangkan instalasi dan perangkat lainnya:








3.2. Alat dan Bahan

Berikut ini adalah daftar barang , harga barang , jumlah barang, dan daya yang dibutuhkan :




Daftar harga dapat berbeda antara toko satu dengan yang lainnya, daftar harga yang digunakan diperoleh dari situs belanja online, dan mata uang untuk harga setiap barang barang diatas menggunakan mata uang rupiah.


BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan

        Demikian proposal ini saya sampaikan, dengan kesadaran akan moral dan tanggung jawab intelektualitas, makadari itu saya  dapat menarik kesimpulan bahwa :

  1. Untuk dapat melakukan instalasi dengan baik dan benar serta memenuhi syarat perinstalasian yang ada di Indonesia maka haruslah mengikuti petunjuk standar yang adapada PUIL 2000.
  2. Dalam melakukan proyek instalasi haruslah dilakukan perencanaan dan observasi terlebih dahulu, untuk mencegah kesalahan dan kerugian baik secara materi maupun non materi.
  3. Keselamatan kerja sangat diutamakan untuk menghindari terjadinya kerugian secara materi dan non-materi.



DAFTAR PUSTAKA 


[1] https://www.tokopedia.com/
[2] Badan Standar Nasional, persyaratan umum instalasi listrik 2000 ( PUIL 2000 ), SNI   standar             nasional Indonesia SNI 04 – 0225 – 2000.
[3] Yayasan Usaha Tenaga Listrik, 2001. Panduan INSTALASI LISTRIK untuk RUMAH                         berdasarkan PUIL 2000. CV. Yansa Mitrakarsa, Jakarta.
[4] https://pensicucuik.blogspot.com/2017/10/proposal-instalasi-listrik.html
[5] http://lihatd.blogspot.com/2012/05/proposal-instalasi-perumahan-sederhana.html
[6] https://www.bukalapak.com


Selasa, 20 November 2018

EKONOMI TEKNIK #

NILAI EKIVALENSI
            Nilai Ekuivalen adalah istilah yang digunakan untuk perhitungan biaya berdasarkan proses. Semua unit yang diperhitungkan dalam penentuan biaya produksi per unit adalah unit ekuivelen. Besarnya unit ekuivalen yang diperhitungkan tergantung pada besarnya tingkat penyelesaian yang telah dicapai dalam kegiatan produksi,Dengan begitu dapat disimpulkan semakin besar tingkat penyelesaian maka semakin besar pula unit ekuivalennya. Sementara itu tingkat penyelesaian itu sendiri menunjukkan seberapa besar unit tersebut sudah dibebani biaya produksi yang meliputi biaya bahan baku, serta biaya tenaga kerja lansgung dan biaya overhead pabriknya.

1.    Jelaskan mengenai istilah – istilah yang digunakan pada Nilai Ekivalensi
Dalam proses ekivalensi nilai ini digunakan MARR (minimum attractive rate of return) sebagai sukubunga analisa. Besarnya MARR ini tergantung dari: laju inflasi, sukubunga bank, peluangdan resiko usaha.
Istilah yang sering digunakan pada nilai ekuivalen, yaitu :
•    Pv    =  Present Value (Nilai Sekarang)
•    Fv    =  Future Value (Nilai yang akan datang)
•    An    = Anuity
•    I       = Bunga (i = interest / suku bunga)
•    n      = Tahun ke berapa
•    P0    = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu
•    SI     = Simple interest dalam rupiah


2.    Jelaskan Metode / Teknik yang digunakan pada masing – masing istilah tersrbut.

•    Present Value
            Present value adalah berapa nilai uang saat ini untuk nilai tertentu
di  masa yang akan datang. Present value bisa dicari dengan menggunakan
rumus future value atau dengan rumus berikut ini : 

PV  =  FV  ( 1 + r )n


Rumus di atas mengasumsikan bahwa bunga digandakan hanya
sekali dalam setahun, jika bunga digandakan setiap hari, maka rumusnya
menjadi :

PV  =  FV  ( 1 + r / 360)360n

Future Value

            Nilai yang akan datang atau future value adalah nilai uang di massa yang akan datang dengan tingkat bunga tertentu.Future value atau nilai yang akan datang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

FV  = PV ( 1 + r ) n

Rumus diatas mengasumsikan bahwa bunga di gandakan hanya sekali dalam setahun, jika bunga digandakan setiap hari , maka rumusnya menjadi:

FV = PV ( 1 + r /360 ) 360.n



3.    Berikan contoh kasus dan penyelesaian pada masing – masing istilah tersebut


•    Contoh kasus PV :
Roy menginginkan agar uangnya menjadi Rp 5.555.444 pada 5 tahun yang akan datang. Berapakah jumlah uang yang harus ditabung Junanta saat ini seandainya diberikan bunga sebesar 5% per tahun?

Diketahui : FV : Rp 5.555.444
                       r :   5% = 0.05
                      n :   5

Jawab :
           
           Po = FV/(1+r)n
           PV = 5.555.444/(1+0.05)5
           PV = 4.352.836
Jadi jumlah uang yang harus ditabung Roy adalah Rp 4.352.836

•    Jika pembayaran bunga dilakukan per hari, per triwulan, per kuartal, dan per semester

PV = FV/(1+(i/m))m.n

Alif membeli sebuah laptop dengan merek BT secara kredit selama 144 bulan dengan bunga 4% per tahun. Widya melakukan pembayaran bunga per triwulan. Jika jumlah uang yang dibayarkan oleh Alif Rp 4.555.444. Berapakah mula-mula harga laptop tersebut?

Diketahui : FV : 4.555.444
                        r :   4% = 0.04
                        n : 144/12 = 12
                       m : 12/3 = 4

Jawaban :

                  PV = FV/(1+(i/m))m.n
                  Po = 4.555.444/(1+(0.04/4))4.12
                  Po = 2.825.562
                  Jadi harga awal laptop Rp 2.825.562


•    Contoh kasus FV :

Sebuah perusahaan memperoleh pinjaman modal dari suatu bank sebesar Rp 5.000.000 untuk membeli peralatan produksi dengan jangka waktu 5 tahun bunga yang dikenakan sebesar 18 % per tahun. Berapa jumlah yang harus dibayar oleh perusahaan tersebut pada akhir tahun ke 5?
Diketahui :  PV : Rp 5.000.000
                      r    : 18% = 0.18
                      n : 5

Jawaban :
                  FV = PV (1+i)n
                  FV = Rp 5.000.000 (1+0.18)5
                  FV = Rp 11.438.789

Jadi jumlah yang harus dibayarkan perusahaan kepada bank pada akhir tahun kelima sebesar Rp 11.438.789

•    Jika pembayaran bunga dilakukan per hari, per triwulan, per kuartal, dan per semester

FV = PV (1+(i/m))m.n

Keterangan :

FV : Nilai pada masa yang akan datang
Po : Nilai pada saat ini
r : Tingkat suku bunga
n : Jangka waktu
m : Frekuensi pembayaran bunga per tahun

Contoh  Kasus :

Junanta membeli sebuah mesin cuci dengan merek TB secara kredit selama 45 bulan seharga Rp 4.555.555 dengan bunga sebesar 5% per tahun. Bintan melakukan pembayaran bunga per kuartal. Berapakah jumlah yang harus dibayarkan oleh Junanta?
Diketahui : PV : Rp 4.555.555
                       r  : 5% = 0.05
                       n : 45/12 = 3.75 = 4
                       m : 12/4 = 3

Jawaban :
                   FV = PV (1+(i/m))m.n
                   FV = 4.555.555 (1+(0.05//3))3.4
                   FV = 5.555.003
Jadi jumlah yang harus dibayar Junanta adalah Rp 5.555.003



4.    Berikan contoh untuk Ekivalensi nilai tahunan dan Ekivalensi nilai sekarang

•    Contoh Ekivalensi Nilai Tahunan

CV “Mandiri” memerlukan sebuah mesin dengan spesifikasi teknis tertentu. Ada 2 alternatif pompa yang memenuhi persyaratan yaitu mesin X dan mesin Y, dengan data-data sebagai berikut:



Bila MARR= 20% per tahun, mesin yang mana yang sebaiknya dipilih?

Penyelesaian:

- Mesin X :
                     P = 400jt, Fsisa = 200jt, n = 8 thn, A= 90jt, i=20%
                  Ax = P (A/P,i%,n) + A – Fsisa(A/F,i%,n)
                  Ax = 400jt (A/P,20%,8) + 90jt – 200jt (A/F,20%,8)
                  Ax = 400jt (0,26061 ) + 90 jt – 200jt (0,06061)
                  Ax = 104.244.000 + 90.000.000 –12.122.000
                  Ax = Rp. 182.122.000

- Mesin Y :
                  P = 700jt, Fsisa = 400jt, A= 40jt, n=12, i=20%
                Ay = P (A/P,i%,n) + A – Fsisa(A/F,i%,n)
                Ay = P (A/P,20%,12) + A – Fsisa(A/F,20%,12)
                Ay = 700 juta x 0,22526 + 40 juta - 400 juta x 0,02526
                Ay =157.682.000 + 40.000.000 –10.104.000
                Ay = Rp.187.578.000

Keputusan :
Perbandingan EUAC :
Mesin X : Rp 182.122.000
Mesin Y : Rp. 187.578.000
Pilih Mesin X karena biayanya lebih murah.


•    Contoh Ekivalen Nilai Sekarang

PT. Telkom sedang mempertimbangkan keputusan untuk membeli alat Sistem Kontrol Telepon (kapasitas 1000 lines). Ada 3 vendor yang menawarkan alat tsb yaitu ATT, EWSD, NEAX. Jika diketahui MARR = 20%, vendor manakah yang sebaiknya dipilih? Karaketeriistik biaya alat dari ketiga Vendor tersebut adalah sebagai berikut (dalam ribuan US$):



Diketahui :
                 ATT : Pawal = 1.250.000 , A=40.000,F= 125.000
             EWSD : Pawal = 1,1juta, A= 50.000, F= 110.000
             NEAX : Pawal = 1 juta, A=60.000, F=100.000
                       i= 20%, n = 15
Ditanyakan :

Vendor manakah yang sebaiknya dipilih?

Penyelesaian :

Vendor ATT :
                       PW = Pawal + A(P/A,20%,15) – F (P/F,20%,15)
                       PW = $1.250.000+40.000(P/A,20%,15) – 125.000(P/F,20%,15)
                          P = $1.250.000+40.000(5,8474)-125.000 (0,1229)
                          P = $1.468.534

Vendor EWSD :
                            PW = Pawal + A(P/A,20%,15) – F (P/F,20%,15)
                            PW = $1.100.000+50.000(P/A,20%,15) – 110.000 (P/F,20%,15)
                                P = $1.100.000+50.000(5.8474)-110.000(0,1229)
                                P = $1.378.581

Vendor NEAX:
                        PW = Pawal + A(P/A,20%,15) – F (P/F,20%,15)
                        PW = $1.000.000+60.000(P/A,20%,15) – 100.000 (P/F,20%,15)
                            P = $1.000.000+60.000(5,8474)-100.000(0,1229)
                            P = $1.338.554
Keputusan :

Minimize Cost ≥ Pilih Vendor NEAX

Sumber : 
http://christianmanasyesimanjuntak.blogspot.com/2016/11/tugas-3-ekonomi-teknik-nilai-ekuivalensi.html
http://infernozodiart.blogspot.com/2016/11/nilai-ekuivalen.html

Selasa, 23 Oktober 2018

EKONOMI TEKNIK #



MAKALAH EKONOMI TEKNIK
CASH FLOW




DISUSUN OLEH :
FARID NUR CHOLIS
12416661
3IB04





FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR..............................................

 

BAB 1 : PENDAHULUAN ......................................

1.1.  Latar Belakang  .....................................

1.2.  Rumusan masalah .................................

 

BAB 2 : PEMBAHASAN .......................................

2.1 Pengertian Cash Flow ............................

2.2 Penyusunan Cash Flow...........................

2.3 Perhitungan Cash Flow...........................

 

BAB 3 : PENUTUP................................................

3.1 Kesimpulan ............................................

 

DAFTAR PUSTAKA.................................





KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang masih memberikan nafas kehidupan, sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ilmiah tentang “Pertambangan dan Industri.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teori Lingkungan . Dalam makalah ini membahas tentang Pembangunan Pertambangan dan Pembangunan Industri serta masalah yang ditimbulkan. Kekurangan dalam makalah ini  saya sadari bahwa  dalam penyusunan kata atau kalimat dan tata letak dalam makalah ini tentunya banyak sekali dan kekhilafan, baik kata atau kalimat dan tata letak, dan penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, begitulah adanya makalah ini.

Dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang konstruktif sangat saya harapkan dari para pembaca guna peningkatan pembuatan makalah pada tugas yang lain dan pada waktu mendatang.



BAB 1
PENDAHULUAN


1.1.Latar Belakang

Cash flow atau dalam bahasa indonesia yang bisa disebut dengan Aliran Kas ini termasuk kata-kata dalam bidang Akutansi yang tidak kami pelajari di jurusan kami, Mungkin bagi teman-teman yang pernah mempelajari di Jurusan Akutansi atau yang pernah menjalani aktivitas sebagai Enterpreneurship/Kewirausahaan pasti saja pernah mendengar kata-kata cash flow ini, Cash Flow ini bisa disebut juga dengan laporan keuangan/aliran kas sangat berguna bagi siapa saja yang ingin membuka usaha, agar proses keuangan dalam suatu usaha tersebut dapat terorganisir dan terkoordinir dengan baik, dan agar pimpinan suatu bidang tidak bisa dibohongi dengan pegawai-pegawainya, maka sangat penting dibuatnya Cash Flow

         Cash flow (aliran kas) merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode. Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan/investasikan.

Arus kas (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.

Menurut PSAK No.2 (2002 :5) Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).







1.2 RUMUSAN MASALAH

         1.    Pengertian Cash Flow
         2.    Cara Penyusunan Cash Flow   
         3.    Cara Perhitungan Cash Flow








BAB 2
PEMBAHASAN


2.1  Pengertian Cash Flow

        Cash flow (aliran kas) merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

        Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu :


  • Fungsi Likuiditas : Dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari                dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi  awal
  • Fungsi Anti Inflasi : Dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada                    daya belidi  masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat
  • Growth : Dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan                        dengan  jangka waktu relatif panjang

Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok :


  • Aliran Kas Awal (Initial Cash Flow) : Merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow).
  • Aliran Kas Operasional (Operational Cash Flow) : Merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow).
  • Aliran Kas Akhir (Terminal Cash Flow) : Merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek.

Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain:


  • Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang  bersifat tunai.
  • Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel
  • Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya

Adapun kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajement. Diantaranya:


  • Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan  rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan  perubahan kas.
  • Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.
  • Membantu manager untuk mengambil keputusan kebijakan financial.
  • Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya.

METODA CASH FLOW


  •   Operational Cash Flow (Aliran Kas Operasional)
Aliran Kas Operasional meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan secara riil yang berkaitan dengan kegiatan operasi. Operational Cash In Flow (OCIF) meliputi penerimaan hasil penjualan tunai, hasil pengumpulan piutang,dan penerimaan laba perusahaan. Sedangkan Operational Cash Out Flow (OCOF) meliputi biaya-biaya produksi dan biaya-biaya operasi perusahaan. Biaya produksi terdiri atas pembelian bahan baku dan bahan penolong, biaya upah pekerja langsung, dan biaya overhead pabrik (biaya produksi tak langsung); termasuk pembayaran hutang kepada pemasok bahan. Biaya operasi meliputi biaya administrasi dan umum, seperti biaya gaji pimpinan dan karyawan, biaya rekening listrik, telepon, air (PAM), biaya pemasaran, serta biaya pajak.


  • Financial Cash Flow (Aliran Kas Pendanaan)
Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan pendanaan. Financial Cash In Flow (FCIF), meliputi penerimaan modal, baik dari sumber modal sendiri maupun dari sumber modal asing berupa pinjaman atau kredit bank. Sedangkan Financial Cash Out Flow (FCOF) meliputi biaya-biaya yang timbul karena adanya tambahan modal. Biaya modal tersebut dapat berupa pembagian keuntungan kepada para pemilik modal sendiri (dividen atas saham), dan berupa biaya bunga yang harus dibayarkan kepada bank atas kredit yang kita terima.

     Metoda pencatatan Aliran Kas Pendanaan ini pada dasarnya sama saja dengan metoda pencatatan pada Aliran Kas Operasional. Namun mengingat bahwa aliran kas pendanaan ini bersifat periodik (tidak setiap hari terjadi transaksi), pencatatannya dalam perioda bulanan atau bahkan tahunan, bukan harian.



  • Investment Cash Flow (Aliran Kas Investasi)
Aliran Kas Pendanaan meliputi penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan Investasi. Investment Cash In Flow (ICIF), meliputi penerimaan yang berasal dari aktivitas investasi perusahaan pada aktiva tetap dan investasi pada surat-surat berharga, seperti penerimaan berupa dividen atas saham, bunga (kupon) atas obligasi, dan capital gain atas penjualan aktiva tetap dan penjualan saham. Sedangkan Investment Cash Out Flow (OCOF) meliputi sejumlah dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli aktiva tetap dan surat-surat berharga, seperti saham dan obligasi.

    Metoda pencatatan Aliran Kas Pendanaan ini pada dasarnya sama saja dengan metoda pencatatan pada Aliran Kas Operasional dan Aliran Kas Pendanaan. Mengingat bahwa transaksi investasi ini tidak dilakukan oleh perusahaan secara harian, maka perioda penca-tatannya adalah bulanan dan tahunan.

    Setelah anda melakukan pencatatan aliran kas perusahaan secara bulanan kemudian catatan-catatan tersebut dikompilasi menjadi catatan aliran kas tahunan, berbentuk Cash Flow Statement perusahaan (sederhana). Masing-masing laporan aliran kas tersebut diklasi-fikasi sesuai dengan fungsinya menjadi Laporan Aliran Kas Operasional, Laporan Aliran Kas Pen-danaan, dan Laporan Aliran Kas Investasi. Laporan Aliran Kas sederhana semacam ini lebih tepat digunakan pada pencatatan keuangan usaha kecil.

    Mengingat bahwa metoda ini, sesuai dengan namanya Metoda Cash Flow (arus kas tunai), maka metoda ini memiliki kelebihan dalam hal kejelasan jumlah penerimaan dan pengeluaran antara yang terdapat di catatan dan keadaan nyatanya (jumlah uang tunai sesungguhnya). Namun demikian, metoda ini juga memiliki kelemahan.

    Kelemahan metoda ini adalah hanyalah pada tidak tersedianya catatan mengenai transaksi hutang dan piutang. Pemecahannya adalah dengan menyediakan catatan khusus mengenai transaksi yang yang bersifat kredit, baik pembelian secara kredit maupun penjualan secara kredit. Catatan ini kita namakan Catatan Pembantu: Piutang dan Hutang.


2.2       Penyusunan Cash Flow

Langkah-Langkah Penyusunan Cash Flow ,yaitu :


  • Menentukan minimum kas
  • Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
  • Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
  • Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.

PENYUSUNAN ALIRAN CASH FLOW

        Kemampuan untuk mendapatkan keuntungan (profitabilitas) suatu kegitan usaha ditentukan oleh aliran dana (cash flow) yang dapat dihasilkan kegiatan tersebut. Sedangkan profitabilitas suatu rencana investasi ditentukan oleh perkiraan aliran dananya. Aliran dana itu sendiri menyatakan jumlah serta saat diterimanya pemasukan tunai (cash income) dan jumlah serta saat dikeluarkaanya biaya tunai (cash cost) suatu rencana investasi atau suatu kegiatan usaha.

          Aliran dana disusun dengan mempertimbangkan semua elemen pemasukan tunai (cash income) dan semua elemen biaya tunai (cast cost) pada setiap periode selama umur investasi tersebut. Biaya tunai yang dimaksud adalah meliputi semua transaksi baik berupa biaya yang dikeluarkan secara tunai maupun pengeluaran tunai dalam bentuk investasi (meningkatkan aktiva). Pengertian ini diperlukan untuk membedakaanya dengan biaya non-cash (book cost). Yang tidak mempengaruhi nilai tunai dan aktiva perusahaan.sedangkan pemasukan tunai adalah semua pendapatan yang dihasilkan dan dikumpulkan secara tunai atau pendapatan yang meningkatkan rekening tagihan (account receivable)

         Dalam menyusun Cash Flow, ada beberapa prinsip yang harus diketahui terlebih dahulu yaitu: Cash Flow disusun dengan basis tunai (Cash Basis). Hal ini berbeda dengan penyusunan Laporan Keuangan yang umumnya menggunakan Accrual Basis. 


Pada Cash Basis, pendapatan diakui pada saat uang tunai diterima, bukan pada saat penjualan dilakukan dan biaya - biaya diakui pada saat uang tunai dikeluarkan, bukan pada saat biaya timbul. Sedangkan pada Accrual Basis, pendapatan dan biaya diakui pada saat kejadian, dan hal tersebut belum tentu sama dengan waktu terjadi perpindahan uang tunai.



2.3       Perhitungan Cash Flow

 Perhitungan Cash flow memuat tiga bagian utama, yang terdiri dari:



  • Cash in flow, pada bagian ini mengidentifikasi sumber-sumber dana yang akan diterima , jumlah dananya dan waktu dalam periode tersebut, yang akan dihasilkan berupa penjualan tunai, penjualan kredit yang akan menjadi piutang, hasil penjualan aktiva tetap dan penerimaan lainnya. Perincian kas ini terdiri dari dua sifat, yaitu kontinyu dan intermitan. Cash-in, umumnya berasal dari penjualan produk atau manfaat terukur (benefit).
  • Cash out flow, pada bagian ini berhubungan dengan pengidentifikasian semua kas yang sudah diantisipasi, antara lain pembelian barang dagang baku, pembayaran hutang, upah, administrasi, dan pengeluaran lainnya. Cash out flow juga punya dua sifat yang sama yaitu kontinyu dan intermitan Cash-out, merupakan kumulatif dari biaya-biaya (cost) yang  dikeluarkan.
  • Financing (pembiayaan), pada bagian ini menunjukan besarnya net cash flow dan besarnya kebutuhan dana jika terjadi defisit.

Rumus Cash Flow dan Contoh Perhitungannya :

Ada 2 cara dalam menghitung cash flow, yaitu:



  • Kas Masuk Bersih= EAT +  Penyusutan
Jika proyek/usaha tersebut dibiayai dengan modal sendiri.


  • Kas Masuk Bersih= EAIT + Penyusutan + Bunga (1-tax)
Jika proyek/usaha tersebut dibiayai dengan modal pinjaman.


Komponen utama cash flow:



  • Initial cost (investasi)
  • Operational cost
  • Maintenance cost
  • Benefit / manfaat
·        Contoh Cash Flow


       Uraian
    Menurut lap. Akuntansi
Keterangan
Arus Kas
1. Pendapatan
Rp. 400 juta
Kas Masuk
Rp. 400 juta
2. Biaya-Biaya
    -Total Biaya
    -Penyusutan




Rp. 200 juta
Rp. 100 juta




Kas Keluar
Kas Masuk




Rp. 200 juta
Rp. 100 juta
    3. Laba Sebelum pajak (EBT)



Rp. 100 juta
4. Pajak 50%
Rp.  50 juta
      Laba Setelah Pajak (EAT)
Rp. 50 juta

      Cash flow   =  EAT + Penyusutan                = 50 juta + 100 juta
                                                                              = 150 juta

    Catatan:

    EBT = Earning Before Tax (Laba Sebelum Pajak)
    EAT = Earning After Tax (Laba Setelah Pajak)

  
    Contoh Gambar Diagram Cash Flow :







      cash flow suatu usaha selama periode 30 hari, (dalam bentuk tabel cash flow dan diagram cash flow):

Suatu perusahaan elektronik merencanakan untuk menambahkan alat, guna efisiensi dalam produksi suatu rangkaian elektonik. Alat tersebut digunakan selama satu bulan dengan biaya pengadaan sebesar Rp. 30.000.000,- . dengan biaya perawatan pada lima hari pertama dan setiap sepuluh hari seterusnya sebesar Rp. 3.000.000,- . Keuntungan yang didapat setiap sepuluh hari sebesar Rp. 35.000.000,- . Berapakah keuntungan total selama alat tersebut digunakan?
  
         
     Tabel Cash Flow 
       
             




       Diagram Cash Flow





    Dari tabel dan diagram dapat diperhitungkan total keuntungan selama memakai alat tersebut adalah :
[   
    3 X 35.000.000] – [30.000.000 + (6 X 3.000.000)] = 57.000.000
    Jadi keuntungan yang didapat sebesar Rp. 57.000.000,-



BAB 3
PENUTUP

3.1.  KESIMPULAN

Cash Flow ini bisa disebut juga dengan laporan keuangan/aliran kas sangat berguna bagi siapa saja yang ingin membuka usaha, agar proses keuangan dalam suatu usaha tersebut dapat terorganisir dan terkoordinir dengan baik, dan agar pimpinan suatu bidang tidak bisa dibohongi dengan pegawai-pegawainya, maka sangat penting dibuatnya Cash Flow.



DAFTAR PUSTAKA